Selamat Tahun Baru Islam

Ibnu Mundzir

Oleh: Ibnu Mundzir

Tahun baru 1 Muharram 1446 H bukanlah sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Momentum ini mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW, sebuah perjalanan yang sarat dengan kesabaran, pengorbanan, keteguhan hati, serta komitmen dan harapan untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan bermartabat dimasa depan.

Untuk Kota Palu, semangat Tahun Baru Islam menjadi pengingat untuk terus memperkuat dan mematrikan nilai-nilai kesabaran dan tahan uji dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

Sikap kesabaran dan tahan uji tersebut diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan pembangunan baik yang datang dari internal maupun eksternal, menyikapi perbedaan pendapat, serta melayani masyarakat dengan penuh empati profesionalisme serta tanpa iming iming pretensi benefit transaksional yang miopik.

Kesabaran itu bukan berarti pasif dan jumud, melainkan kemampuan untuk tetap teguh, bijaksana, dan konsisten dalam bekerja demi kepentingan rakyat secara tulus, orang sabar dalam bekerja, biasanya akan selalu dihibur dengan dengan berbagai pencapaian prestasi dan penghargaan, walaupun sesunguhnya itu bukan targetnya dari awal sekedar ‘bonus’ hiburan dalam perjalanan.

Di sisi lain, Tahun Baru Islam juga mengajarkan pentingnya menjauhi segala bentuk kezaliman dan kemungkaran birokrasi. Dalam konteks pemerintahan, kezaliman dapat berupa penyalahgunaan kewenangan, perlakuan yang tidak adil, diskriminasi dalam pelayanan, maupun keputusan yang mengabaikan kepentingan masyarakat secara luas, seperti rusaknya lingkungan dan toleransi terhadap prilaku koruptif.

Sebagai seorang aparatur pemerintah, hendaklah mahfum untuk istiqamah dan berlaku adil, jujur, imparsial serta mengedepankan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi, kolega, klen maupun circle.

Kota Palu pasca bencana hampir 9 tahun lalu, mengajarkan untuk terus bangkit dan berkembang, karenanya membutuhkan keterpaduan element civil society serta jajaran aparatur yang memiliki integritas, kesabaran, serta komitmen kuat terhadap perwujudan keadilan dan kejujuran substansial.

Semangat hijrah, menyadarkan bahwa Tahun Baru Islam itu sebagai momentum untuk berhijrah substansial dari sikap egois dan mau terus menang sendiri, menuju pada sifat peduli pada kejernihan nurani, dari sikap ketidakpedulian menuju performa pelayanan publik yang lebih baik, serta dari segala bentuk kezaliman sikap menuju tata pemerintahan yang amanah dan berkeadilan, dan akuntabel pada pandangan Tuhan.

Semoga Tahun Baru Islam ini membawa keberkahan bagi Kota Palu, menguatkan persaudaraan, integritas dan saling percaya, serta menginspirasi seluruh aparatur dan masyarakat untuk bersama-sama membangun kota yang maju, tangguh, nyaman, dan berkeadilan, dibawah kasih sayang dan perlindungan dari Allah SWT.

Hijrah terbaik adalah berpindah dari perilaku yang menyakiti menuju perilaku yang memberi manfaat, bagi sesama secara adil, dari kezaliman yang mungkin tidak disengaja menuju keadilan substansial dan dari keluh kesah yang melemahkan jiwa, menuju kesabaran dalam mengabdi kepada masyarakat secara utuh…wallahu alam.

***Penulis adalah ASN, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu

Pos terkait