Gempa Guncang Auditorium Untad, Undangan Perpisahan Berhamburan Keluar Gedung

PALU, MERCUSUAR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) sempat menimbulkan kepanikan di Auditorium Universitas Tadulako (Untad), Kota Palu. Saat gempa terjadi, ratusan peserta tengah mengikuti acara perpisahan siswa SDIT Al Fahmi.

Guncangan kuat yang terjadi sekitar pukul 11.27 WITA membuat seluruh undangan, orang tua siswa, dan panitia berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Kepala SDIT Al Fahmi, Mulki, mengatakan gempa terjadi saat panitia sedang membacakan nama-nama santri berprestasi dalam rangkaian acara perpisahan.

“Saat itu sedang dibacakan nama santri berprestasi. Awalnya kami mengira hanya guncangan biasa, tetapi semakin lama semakin kuat. Beberapa bagian plafon juga berjatuhan sehingga membuat peserta panik,” ujar Mulki.

Menurutnya, kepanikan semakin meningkat ketika sejumlah lembar plafon di dalam auditorium jatuh akibat getaran gempa. Para peserta kemudian bergegas menuju pintu keluar gedung untuk menghindari kemungkinan yang lebih buruk.

Dalam situasi tersebut, petugas keamanan kampus bersama panitia kegiatan bergerak cepat melakukan evakuasi. Anak-anak, orang tua siswa, serta para undangan diarahkan keluar menuju area terbuka yang lebih aman. Sejumlah barang berharga yang masih berada di dalam ruangan juga diamankan oleh panitia.

Ketua Lembaga Pendidikan Al Fahmi, Ustadz Mahmud Yunus, mengatakan seluruh peserta berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada laporan korban dalam kejadian tersebut.

“Alhamdulillah, situasi dapat dikendalikan dan seluruh peserta dalam keadaan selamat,” katanya.

Akibat kejadian itu, panitia memutuskan mengakhiri kegiatan perpisahan tanpa melanjutkan rangkaian acara yang tersisa.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 tersebut berpusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

Pos terkait