MAN 2 Kota Palu Komitmen Wujudkan Madrasah Ramah Anak

Foto bersama pada kegiatan pelatihan dan deklarasi madrasah anti kekerasan dan penyimpangan seksualitas, di MAN 2 Kota Palu, Rabu (16/9/2026). FOTO: IST.

PALU, MERCUSUAR – Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Kota Palu menguatkan komitmen untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan ramah bagi peserta didik.

Hal itu ditunjukkan melalui Pelatihan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Bullying dan Antinarkoba sekaligus Deklarasi Madrasah Anti Kekerasan dan Penyimpangan Seksualitas, yang diikuti peserta didik, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang digagas Wakil Kepala MAN 2 Kota Palu bidang Kesiswaan, Muh. Rendy Saputra tersebut, dilaksanakan berkolaborasi dengan mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Tadulako (Untad).

Rendy menyampaikan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan peserta didik, khususnya dalam membangun kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan, bullying, serta penyalahgunaan narkoba.

Rendy menjelaskan, gagasan pelaksanaan kegiatan bersumber dari kebutuhan untuk memberikan pembekalan secara langsung kepada peserta didik. Menurutnya, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila siswa memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai serta dilibatkan secara aktif dalam menciptakan lingkungan yang positif.

“Anak-anak perlu mengetahui bagaimana bersikap dan mengambil langkah yang tepat, ketika menghadapi atau menemukan persoalan tersebut di lingkungan madrasah,” ujarnya.

Sementara Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik Abd. Rahim menegaskan bahwa mewujudkan madrasah ramah anak membutuhkan keterlibatan aktif seluruh warga madrasah, termasuk peserta didik.

“Kami ingin madrasah ini menjadi madrasah yang ramah anak. Untuk mewujudkannya, anak-anak harus dibekali dengan pemahaman, kepedulian, dan sikap saling menghargai. Ini selaras dengan Kurikulum Berbasis Cinta yang kami terapkan di madrasah. Dengan cinta, kita belajar menghargai, menjaga, dan memberikan ruang yang aman bagi sesama,” tutur Taufik.

Selain pelatihan, kegiatan juga dirangkaikan dengan Deklarasi Madrasah Anti Kekerasan dan Penyimpangan Seksualitas. Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman, sehat, saling menghargai, serta memberikan perlindungan terhadap peserta didik dari berbagai bentuk kekerasan dan tindakan yang tidak semestinya. */IEA

Pos terkait