POSO, MERCUSUAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso mendirikan tenda darurat di halaman RSUD Poso, Selasa (16/6/2026), menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang dirasakan di wilayah Kabupaten Poso dan sekitarnya.
Hal tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, sekaligus untuk mendukung pelayanan kesehatan dan penanganan darurat bagi masyarakat.
Wakil Bupati Poso, Suharto Kandar yang mengunungi lokasi RSUD Poso memastikan seluruh unsur terkait bergerak cepat melakukan pemantauan situasi, serta menjamin pelayanan kepada masyarakat agar tetap berjalan dengan baik. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang.
Sementara itu, hasil asesmen lapangan yang dilakukan BPBD Kabupaten Poso mencatat terdapat tiga kepala keluarga di Desa Tumora yang terdampak gempa dengan kategori kerusakan ringan.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap masyarakat terdampak, Dinas Sosial Kabupaten Poso telah menyalurkan bantuan darurat kepada tiga kepala keluarga tersebut berupa kasur, family kit, terpal ukuran 4×6 meter, paket makanan anak, serta lauk pauk siap saji.
Berdasarkan laporan resmi BPBD Kabupaten Poso, pada Rabu (17/6/2026), dampak gempa di wilayah tersebut cukup merusak sejumlah tempat tinggal warga.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBP Poso, Dharma Metusala, dampak gempa mengakibatkan 3 unit rumah di Dusun 2 RT 2 Kecamatan Poso Pesisir Utara, roboh. Pemilik rumah Yudi Hariadi (20) mengalami luka sobek akibat tertimpa balok rumah. Sementara di Kecamatan Lore Utara, tepatnya di Desa Dongi-Dongi, sebanyak 12 unit rumah warga mengalami kerusakan berat akibat guncangan gempa.
“Ada tiga rumah yang kami data roboh di wilayah Poso Pesisir Utara, dan seorang warga mengalami luka akibat tertimpa balok rumah. Sementara 12 rumah di Kecamatan Lore Utara mengalami kerusakan berat pasca gempa,” ujar Dharma.
Menurutnya, pihak berwenang terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta segera melaporkan kerusakan atau kondisi darurat ke kantor desa atau BPBD setempat. ULY






