PALU, MERCUSUAR – Setelah sempat menurun selama beberapa waktu belakangan, Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulteng kembali memenuhi stok minyak goreng merek Minyakita kemasan bantal di pasaran.
Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Sulteng, Jusri mengakui penyaluran Minyakita oleh pihaknya sempat agak lambat, karena pihaknya sedang fokus pada program Bantuan Pangan (Banpang) beras dan minyak goreng alokasi Februari-Maret 2026.
“Sampai dengan awal April 2026 atau sekitar pekan pertama kami memang agak lambat menyalurkan minyak, karena kami fokus pada Banpang, yang jumlahnya cukup besar untuk alokasi dua bulan di Sulteng. Tetapi sekarang sudah mulai jalan disebar ke seluruh kabupaten dan kota,” ungkap Jusri, di ruang kerjanya, Jumat (17/4/2026).
Jusri juga mengakui, keterlambatan pemenuhan stok tersebut berpengaruh terhadap harga jual Minyakita kemasan bantal di pasaran, terutama pada pasar yang tercatat dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
“Informasinya, harga rata-rata di lapangan itu sekitar Rp16.200 per liter di pasar SP2KP, dan wilayah-wilayah yang masih tinggi di Morowali Utara, Banggai Kepulauan, Banggai Laut dan Buol,” ujarnya.
Saat ini, jumlah stok minyak goreng Bulog se-Sulteng tercatat sejumlah 1.160.165 liter. Masing-masing Kanwil Sulteng (Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong) sebanyak 613.319 liter, Kantor Cabang Poso (Poso, Tojo Unauna, Morowali, Morowali Utara) 216.176 liter, Kantor Cabang Luwuk (Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut) 199.720 liter, dan Kantor Cabang Tolitoli (Tolitoli dan Buol) 130.950 liter.
Jusri berharap, dengan kembalinya dipenuhi stok Minyakita di pasaran, dapat memengaruhi harga jual di pasaran menjadi lebih rendah dari sebelumnya.
“Harapan kami, pekan depan harga sudah bisa turun. Sekarang sudah jalan semua di lapangan, kami berharap stok ini terpenuhi semua, dan harga bisa turun secepatnya,” tandasnya. IEA






