SIGI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengevaluasi program SIPETA MERAH PUTIH (Sigi Petani Sehat Merah Putih), di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Rabu (15/7/2026).
Pada kesempatan itu, Dinkes Sigi berkolaborasi dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) melaksanakan pembagian bibit kepada petani.
Inovasi SIPETA dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Palolo (Puskesmas Banpres) dan Kecamatan Dolo Selatan (Puskesmas Baluase). Program tersebut merupakan inovasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, yang terintegrasi dengan sektor pertanian sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan petani dan keluarganya di Kabupaten Sigi.
Program dirancang melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara proaktif melalui pelayanan langsung ke kelompok tani dan wilayah pedesaan. Inovasi tersebut dihasilkan melalui program perubahan yang digagas Kepala Dinkes Sigi, dr Trieko Stefanus Larope sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan IV tahun 2026, yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar.
Trieko menjelaskan, ruang lingkup SIPETA MERAH PUTIH meliputi pelayanan pemeriksaan kesehatan petani melalui mobile clinic, edukasi kesehatan kerja pertanian dan penggunaan pestisida yang aman, edukasi gizi petani dan keluarga petani, serta penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Selain itu, mencakup penguatan kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, Balai Penyuluh Pertanian (BPP), kelompok tani, serta dukungan media sosial dan media informasi sebagai sarana edukasi dan penyebarluasan program kepada masyarakat. Secara wilayah, implementasi SIPETA MERAH PUTIH difokuskan di Kabupaten Sigi dengan sasaran utama kelompok tani.
Program juga diarahkan untuk mendukung peningkatan cakupan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan ketahanan pangan daerah.
“SIPETA menjadi bentuk nyata penguatan pelayanan kesehatan berbasis komunitas untuk meningkatkan kualitas kesehatan petani dan keluarganya secara berkelanjutan,” ujar Trieko.
Melalui inovasi tersebut, lanjutnya, pemerintah berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat petani sebagai tulang punggung pembangunan daerah.
Menurut trieko, inovasi ini menjadi model pelayanan kesehatan yang strategis, adaptif, dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan kesehatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“SIPETA MERAH PUTIH tidak hanya menjadi inovasi pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi strategi pembangunan daerah yang mengintegrasikan kesehatan, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sigi,” tandasnya. AJI






