Euforia Piala Dunia Gerakkan Ekonomi Rakyat

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid (tengah) memantau salah satu stan pada Festival Rakyat Nusantara, di Lapangan Immanuel Kota Palu, Selasa (14/7/2026). FOTO: BIRO ADPIM SETDAPROV SULTENG

PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan euforia ajang Piala Dunia yang sedang berlangsung, sebagai momentum menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Anwar, pada pembukaan Festival Rakyat Nusantara 2026, yang digelar di lapangan Immanuel Kota Palu, Selasa (14/7/2026). Kegiatan yang diagendakan hingga 20 Juni 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, Kodam XXIII/Palaka Wira, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulteng.

Dalam festival tersebut, masyarakat dapat menikmati fasilitas nonton bareng pertandingan sepakbola Piala Dunia, Expo UMKM, panggung hiburan rakyat, serta berbagai lomba dan kegiatan ekonomi kreatif lainnya.

Anwar menegaskan momentum pesta sepak bola terbesar di dunia tidak boleh berhenti sebagai tontonan semata, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Ia juga berharap, festival tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada malam hari ketika ribuan warga berkumpul menyaksikan pertandingan Piala Dunia melalui kegiatan nonton bareng. Anwar bahkan meminta panitia memastikan seluruh stan UMKM tetap beroperasi hingga pertandingan berakhir, agar peluang transaksi semakin besar.

“Semoga semakin mendekati final nanti semakin ramai pengunjungnya. UMKM kita semakin hidup, pendapatan masyarakat meningkat, dan ekonomi rakyat benar-benar bergerak,” katanya.

Festival Rakyat Nusantara, kata Anwar, juga merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulteng dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, melalui pemberdayaan UMKM yang sejalan dengan visi Sulteng Nambaso. Karena itu, ia berharap festival tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha. */IEA

Pos terkait