BIROBULI SELATAN, MERCUSUAR – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) menggelar Sosialisasi dan Pendampingan Pendaftaran Merek Kolektif bagi Koperasi Merah Putih di Ruang Garuda, Kanwil Kemenkum Sulteng, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan bertema “Membangun Ekonomi Daerah Berbasis Kekayaan Intelektual melalui Penguatan Merek Kolektif Koperasi Merah Putih” itu dibuka Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, dan diikuti jajaran Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), serta pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum, I Putu Dharmayasa, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman koperasi mengenai pentingnya pelindungan merek kolektif sekaligus memberikan pendampingan teknis dalam proses pendaftaran merek.
Peserta mendapatkan materi mengenai manfaat merek kolektif, prosedur pendaftaran, hingga penyusunan dokumen permohonan sebagai bagian dari penguatan pelindungan kekayaan intelektual bagi koperasi.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa merek kolektif menjadi instrumen penting untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk koperasi.
“Pelindungan Merek Kolektif akan memberikan identitas yang kuat bagi koperasi, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan, sekaligus menjadi modal penting dalam memperluas akses pasar,” ujar Rakhmat.
Ia mengatakan Kanwil Kemenkum Sulteng berkomitmen mendampingi koperasi agar semakin banyak produk unggulan daerah memperoleh pelindungan kekayaan intelektual.
“Kami berharap seluruh Koperasi Merah Putih dapat memanfaatkan layanan ini secara optimal sehingga mampu tumbuh menjadi koperasi yang profesional, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kemenkum Sulteng mendorong semakin banyak koperasi memanfaatkan pelindungan merek kolektif sebagai identitas produk sekaligus penguatan daya saing ekonomi daerah.






