Prioritaskan Anak Daerah, Solusi Minimnya Dokter Ahli

Reny A. Lamadjido

PALU, MERCUSUAR – Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido menyebut pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) di Universitas Tadulako (Untad) menjadi langkah strategis untuk mengatasi kesenjangan dokter spesialis di Sulteng.

Menurutnya, tantangan geografis dan medan yang ekstrem menjadi hambatan bagi dokter spesialis dari luar daerah untuk mengabdi di Sulteng, khususnya di wilayah terjauh. Padahal, pemenuhan empat layanan spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang di rumah sakit, sangat bergantung dari ketersediaan dokter spesialis.

“Kami berusaha dengan Universitas Tadulako bagaimana caranya untuk membuka PPDS-1, sehingga nanti ke depan kita lebih memprioritaskan anak-anak daerah yang mau ditempatkan di rumah sakit yang ada di ujung-ujung Sulawesi Tengah,” papar Reny, saat menghadiri pelantikan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sulteng, di Palu, Sabtu (23/5/2026).

Selain itu, Reny juga mendorong dokter-dokter spesialis untuk meningkatkan kompetensi, dengan melanjutkan pendidikan subspesialis maupun studi magister/doktor.

Ia mengungkapkan, walaupun PPDS telah terbuka di Untad, namun kebutuhan dosen pengajar masih kurang. Sehingga, proses pembelajaran masih dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas).

“Ke depan, saya berharap adik-adik yang masih ingin ambil subspesialis, apalagi mau ambil S3, Insyaallah kita akan usahakan lewat BERANI Cerdas,” ujar Reny. */IEA

Pos terkait