Bimtek  Akuntabilitas Dana Pemda, Evenri: Jika Ada Oknum Minta Uang ke KAHMI, Laporkan Kepada Saya

  • Whatsapp
IMG-20220920-WA0004-b1600f5d
PALU MERCUSUAR – Panitia Musyawarah Nasional (Munas) XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tengah, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) akuntabilitas dana Pemda, Selasa (20/9/2022) bertempat di Aula BPKP Sulteng.
Kepala Perwakilan BPKP Sulteng, Evenri Sihombing meminta Panitia Munas XI KAHMI dapat menggunakan dan mengelola dana hibah Pemda dengan baik.
“Saya baca berita, sudah ada pro kontra soal dana hibah Munas KAHMI,” kata Evenri Sihombing saat membuka Bimtek.
Oleh karena itu, Evenri menegaskan, pihaknya bertanggung jawab untuk mengawal penuh panitia, agar dapat mengelola dana hibah Pemda dengan baik.
“Saya meminta kepada KAHMI untuk tidak memberikan gratifikasi kepada oknum pejabat di pemda. Dan jika ada yang minta, segera laporkan kepada saya,” tegas Evenri Sihombing.
Menurutnya, anggaran Rp14 miliar yang diberikan oleh Pemda, harus sebesar itu pula yang diterima.
“Nanti saya telepon Kepala BPKAD Sulteng untuk menyampaikan tentang ini. Saya juga akan minta agar tidak boleh ada anak buahnya yang minta dana itu dari KAHMI,” sebutnya.
Apalagi, kata Evenri Sihombing, KAHMI ini organisasi berintegritas dan pemimpin di negeri ini.
“Maka jadikanlah Muna XI KAHMI sebagai ladang amal jariyah untuk Sulawesi Tengah,” harap Evenri Sihombing.
Pilihan Redaksi :  Pilrek Untad Sisakan Tiga Nama Perebutkan Suara Mendikbudristek

Baca Juga