Wacana Tinggal Wacana, Sulteng Hilang dari Bursa Tuan Rumah PON 2032

Oleh : ISSRIN ASSEGAF
Harapan masyarakat olahraga Sulawesi Tengah untuk melihat daerah ini tampil sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 tampaknya kembali harus tertunda. Di saat Provinsi Lampung dan Banten resmi menjadi satu-satunya pasangan daerah yang mendaftar sebagai calon tuan rumah bersama, langkah Sulawesi Tengah justru menghilang tanpa jejak yang jelas.


Padahal sebelumnya, KONI Sulawesi Tengah yang dipimpin Muhammad Fathur Razaq sempat menunjukkan keseriusan dengan menjajaki kerja sama bersama Sulawesi Utara untuk maju sebagai tuan rumah bersama PON 2032. Delegasi bahkan dipimpin langsung Ketua Umum KONI Sulteng, Fathur Razaq. Wacana itu sempat membangkitkan optimisme publik bahwa Sulteng mulai berani naik kelas dalam peta olahraga nasional.Namun, gaung besar itu kini tak terdengar lagi.


Tidak ada lagi perkembangan resmi, tidak ada penjelasan terbuka kepada publik, dan tidak ada kepastian sejauh mana proses lobi maupun kesiapan daerah dijalankan. Ketika Lampung dan Banten mampu bergerak cepat, membangun komunikasi politik, menyiapkan dokumen, hingga meyakinkan KONI Pusat lewat kesiapan venue dan dukungan pemerintah daerah, Sulawesi Tengah justru kembali tertinggal di garis start.


Kondisi ini patut menjadi bahan evaluasi serius. Sebab menjadi tuan rumah PON bukan hanya tentang prestise olahraga, tetapi juga momentum percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan ekonomi daerah, hingga promosi potensi wisata dan investasi.


Pertanyaannya, apakah Sulawesi Tengah memang belum siap, atau justru kehilangan keseriusan di tengah jalan?
Jika memang terkendala infrastruktur dan anggaran, publik layak mendapatkan penjelasan yang jujur. Tetapi bila kegagalan ini terjadi karena lemahnya konsolidasi dan minimnya dorongan politik daerah, maka itu menjadi sinyal bahwa mimpi besar olahraga Sulawesi Tengah masih sebatas wacana besar setinggi langit.


Tapi Ironisnya, Sulteng selama ini kerap melahirkan atlet potensial di level nasional. Namun ketika peluang menjadi pusat perhatian olahraga Indonesia terbuka, daerah ini kembali gagal mengambil momentum itu.


Kini, Lampung dan Banten melaju nyaris tanpa pesaing menuju penetapan tuan rumah PON 2032. Sementara Sulawesi Tengah lagi-lagi harus puas menjadi penonton, setelah sempat memberi harapan yang ternyata tak pernah benar-benar diperjuangkan sampai akhir, tabe. *

Pos terkait