PALU, MERCUSUAR – Pengembangan usaha produktif dan perluasan akses layanan keuangan menjadi fokus kerja sama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah dengan Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Palu. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup fasilitas pembiayaan, tetapi juga pendidikan kewirausahaan dan penguatan literasi ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani Ketua DPP APINDO Sulteng, Wijaya Chandra, dan Branch Manager BTN Cabang Palu, Herry Gerald Talupun, di Kantor BTN Palu, Rabu (4/11/2026).
Melalui kerja sama ini, anggota APINDO akan memperoleh kemudahan akses berbagai produk perbankan, mulai dari layanan payroll, rekening tabungan dan deposito, hingga fasilitas kredit usaha dan pembiayaan perumahan. BTN juga membuka akses terhadap Kredit Modal Kerja (KMK), kredit investasi, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua APINDO Sulteng, Wijaya Chandra mengatakan, kemitraan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis dan mengembangkan potensi ekonomi daerah. Menurutnya, sejumlah sektor usaha di Sulawesi Tengah memiliki peluang besar, tetapi masih membutuhkan dukungan pembiayaan, penguatan produksi, dan akses pasar.
Ia menyebut pertanian, perkebunan, perikanan, serta komoditas pangan sebagai sektor yang perlu mendapat perhatian. Potensi rumput laut dan komoditas sidat di Kabupaten Poso, misalnya, dinilai dapat dikembangkan lebih jauh melalui peningkatan kapasitas produksi dan pengelolaan usaha.
Wijaya menegaskan, pengembangan usaha sebaiknya dilakukan secara terarah dengan mempertimbangkan potensi pasar dan risiko investasi.
“Tidak perlu terlalu banyak program jika pada akhirnya tidak berjalan. Lebih baik satu atau dua program, tetapi benar-benar fokus dan terealisasi. Kita harus mempertemukan potensi, investasi, dan pasar dengan tetap memperhitungkan risiko usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Branch Manager BTN Cabang Palu, Herry Gerald Talupun mengatakan, kerja sama ini menjadi bagian dari transformasi layanan BTN melalui konsep beyond mortgage. Melalui pendekatan tersebut, BTN ingin memperluas peran yang selama ini dikenal melalui pembiayaan perumahan menjadi mitra layanan keuangan bagi berbagai sektor usaha.
Menurut Herry, dukungan pembiayaan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing pelaku usaha. Ia menilai pembiayaan dengan plafon lebih kecil tetapi menjangkau lebih banyak pengusaha berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Selain fasilitas perbankan, kerja sama kedua pihak juga mencakup program Pengusaha Mengajar. Program ini dirancang untuk mempertemukan pengusaha dan praktisi perbankan dengan mahasiswa, pelajar, serta pelaku UMKM melalui seminar, lokakarya, diskusi kelompok, dan webinar.
Kolaborasi juga mencakup penerbitan artikel opini dan analisis ekonomi-bisnis di media cetak maupun digital lokal. Langkah ini diharapkan memperluas edukasi publik mengenai perbankan, kewirausahaan, dan perkembangan ekonomi daerah.
Dalam pelaksanaannya, APINDO bertugas mengoordinasikan sosialisasi program kepada anggota dan memfasilitasi kegiatan bersama. Sementara BTN menyediakan produk dan fasilitas perbankan serta memproses pengajuan pembiayaan sesuai ketentuan internal bank.
Perjanjian tersebut berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak. APINDO juga tidak bertindak sebagai penjamin atas fasilitas kredit yang diberikan BTN kepada anggota maupun karyawan perusahaan anggota.
Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berharap akses pembiayaan dapat semakin terbuka, kapasitas pengusaha meningkat, dan potensi ekonomi lokal Sulawesi Tengah berkembang menjadi kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan. */JEF






