Cerita Foto Perempuan Pandai Besi

  • Whatsapp

Nanda Andriana, lahir di Palu tanggal 4 April 1976 ini memiliki hobi traveling dan photografi. Bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak menjadi halangan dalam menyalurkan hobinya. Baginya, setiap momen wajib diabadikan dan setiap foto memiliki cerita.

Dalam pameran Photo Story Exhibition, bertajuk Through The Eyes of The Woman,” ini, Nanda akan memamerkan hasil jepretannya yang menceritakan seorang perempuan usia lebih dari setengah abad berprofesi sebagai pandai besi.

Berita Terkait

Foto yang dipamerkan nantinya, bercerita tentang bagaimana wanita bernama Niluh Sudarti yang tinggal di daerah Kabupaten Sigi, bekerja sebagai pandai besi. Tentu bukanlah hal mudah dan hanya sebagian perempuan memilih profesi ini. Sosok Niluh Sudarti,  bisa menjadi inspirasi para kaum perempuan, bahwa perempuan harus tetap bekerja keras, dan sabar dalam menjalani hidup.

Pilihan Redaksi :  Untad Bersama Pemkab Poso Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Pamona Selatan

Pandai Besi atau menempa besi, bukanlah pekerjaan mudah. Ibu Niluh harus, mengangkat Palu seberat 5-15 Kilogram setiap harinya. Keringatnya  bercucuran kerena selalu berada didekat api saat menempa besi. Hal ini dilakukan demi  membatu suaminya dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Bagi Nanda,  Niluh merupakan sosok perempuan yang mengabdi. Bentuk pengabdiannya pun adalah sebuah  pilihan yang sulit. Membantu suaminya tanpa malu.  Walaupun pekerjaan pandai besi bukan pekerjaan yang wajar buat permpuan

Nanda berharap, sebagai perempuan  harus sabar  dan  mandiri. Tetapi tidak melupakan kodrat sebagai perempuan dan ibu. “Di momen Hari Kartini ini, saya ingin sampaikan, perempuan harus memiliki semangat berjuang dalam bentuk apapun, walaupun banyak yang mengatakan, apa yang kita perjuangan  tidak mungkin,”kata Nanda.

Pilihan Redaksi :  Untad Bersama Pemkab Poso Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Pamona Selatan

“Permpuan itu rapuh, mudah menangis ketika disakiti atau dilukai, tapi dari semua rasa, rapuh itu dia belajar menjadi kuat, sabar dan mengerti, artinya berjuang ketika semua orang sudah menyerah,”tambahnya.

Penasaran dengan hasil jepretan dan cerita dibalik sosok Niluh Sudarti, silahkan mengunjungi pemeran foto oleh 10 fotografer perempuan di Hotel Best Westren pada peringatan Hari Kartini pada tanggal 21-22 April 2018. IKI

 

Baca Juga