BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Usai resmi dilantik oleh Gubernur Sulawesi Tengah sebagai Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sulteng, Santo Wibowo menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan sektor kehutanan melalui perbaikan data berbasis digital.
Menurut Santo, pembaruan data kehutanan menjadi langkah penting untuk memperkuat pengawasan dan pengelolaan kawasan hutan di Sulawesi Tengah. Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan sejumlah inovasi guna menghadirkan perubahan positif terhadap sektor kehutanan di daerah tersebut.
“Kami akan fokus melakukan perbaikan data kehutanan berbasis digital agar pengelolaan kawasan hutan lebih tertata dan terukur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, inovasi yang akan dikembangkan tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian hutan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Tengah.
Santo mengakui, aktivitas pertambangan yang terus berkembang di Sulawesi Tengah menjadi salah satu tantangan serius karena berpotensi merusak kawasan hutan. Karena itu, Dishut Sulteng akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan yang masuk dalam kawasan hutan.
“Apabila ada aktivitas pertambangan yang masuk kawasan hutan, maka akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan peninjauan terhadap seluruh perizinan yang berkaitan dengan pemanfaatan kawasan hutan guna memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku. UTM






