PETOBO, MERCUSUAR — Dosen Universitas Tadulako (Untad) mendampingi guru SMPN 21 Palu mengembangkan bahan ajar digital interaktif berbasis kecerdasan buatan (AI) dan pendekatan Deep Learning.
Pendampingan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Diseminasi Hasil Penelitian Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Untad itu dilakukan melalui pelatihan dan workshop bagi guru di Kelurahan Petobo. Tim dipimpin Abdul Kamaruddin, S.Pd., M.Ed., Ph.D., bersama Nadrun, A. Gusti Efendy, dan Novita Pratiwi, serta melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator.
Ketua Tim Pengabdi, Abdul Kamaruddin, mengatakan pemanfaatan teknologi di sekolah perlu diarahkan dari sekadar alat presentasi menjadi sarana pembelajaran yang interaktif dan bermakna.
“Melalui pendampingan ini, kami mendorong guru-guru untuk bertransformasi dari surface learning menuju Deep Learning Framework yang mencakup tiga pilar utama, yakni Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning,” ujarnya.
Dalam pelatihan, guru mengembangkan materi yang dekat dengan kehidupan siswa, termasuk keanekaragaman hayati Taman Nasional Lore Lindu, potensi Teluk Palu, dan literasi kebencanaan. Materi dirancang untuk mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher-Order Thinking Skills (HOTS).
Guru juga dilatih menggunakan teknik prompt engineering dengan aplikasi AI seperti ChatGPT dan Gemini untuk menyusun studi kasus dan soal evaluasi. Materi kemudian diolah menggunakan Canva Magic Studio menjadi buku digital interaktif atau Digital Flipbook.
Hasil karya guru dipublikasikan melalui galeri digital yang dapat diakses secara daring. Modul yang memenuhi kriteria kelayakan juga akan didaftarkan untuk memperoleh Hak Cipta pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum.
Melalui program tersebut, Tim PkM Untad mendorong SMPN 21 Palu tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menghasilkan bahan ajar digital yang kontekstual dan interaktif sesuai kebutuhan siswa.






