PALU, MERCUSUAR – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Bank Perekonomian Rakyat Sulawesi Tengah (DPD PERBARINDO Sulteng) mengadakan gathering dan menjalin kerjasama strategis dengan salah satu lembaga keuangan dengan aset terbesar BPR Hasamitra Makassaar.
Gathering dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan Ketua DPD PERBARINDO Sulteng, Hendrik Sjam yang juga Dirut White Bank dan Direktur Bisnis BPR Hasamitra Makassar, I Made Semadi yang disaksikan Komisaris Utama BPR Hasamitra, Yonggris Lao, Penasihat DPD PERBARINDO Sulteng yang juga Komut White Bank, Andi H Lolo, direksi dan pejabat BPR anggota PERBARINDO Sulteng yang dilaksanakan di Restoran Raja Kuring, Kamis (23/4/2026).
Kerjasama Perbarindo Sulteng dan BPR Hasamitra yang tertuang dalam MoU berisi lima program diantaranya, terkait program ABP dan ABAH, yang kedua terkait linkage program, kemudian sharing teknologi program, dan pelatihan kapasitas SDM BPR.
Ketua DPD PERBARINDO Sulteng, Hendrik Sjam mengakui inisiasi gathering dari BPR Hasamitra Makassar dengan tujuan untuk menjalin silahturahmi dan kolaborasi antar sesama BPR sehingga bisa tumbuh dan berkembang bersama menghadapi perubahan jaman ke depan.
“Acara hari ini (Kamis) diinisiasi oleh BPR Hasamitra bersama dengan PERBARINDO Sulteng, kita akan melihat bagaiman penggambaran ke depannya karena berjalan bersama itu jauh lebih bagus daripada berjalan sendiri-sendiri. Hal itu sama dengan visi misi kami di PERBARINDO Sulteng yang menekankan pada dua poin, penguatan institusi BPR/BPRS secara umum dan juga mengoptimalkan serta memaksimalkan SDM dalam hal kompetensi untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat,” urainya.
Sementara itu, Pemegang saham pengendali yang juga Komisaris Utama BPR Hasamitra, Yonggris Lao menekankan antar BPR harus saling kerjasama dan bersinergi agar bisa saling membantu saat menghadapi berbagai tantangan yang menghadang.
“Oleh karena itu kita harus bisa saling bersinergi dan kami datang sebenarnya untuk membangun satu ekosistem yang bisa saling membantu. Pernah dulu ada satu BPR kesulitan dan kami bantu dalam pendanaan hingga bisa kembali pulih kinerjanya. Karena jika satu BPR terkena masalah kita bisa kena semuanya dan dampaknya meluas kemana-mana. Kami ingin mereka itu bisa, bukan hanya kita saling membantulah dalam penempatan dana, tapi bisa menjadi satu ekosistem yang bisa saling membantu,” ungkapnya.
Dia juga menyinggung kinerja BPR ditopang oleh pejabat eksekutif yang mempunyai kualitas, kapasitas yang bagus dengan kompetensi yag bagus serta profesional. Dengan didukung integritas dan kejujuran dalam menjalankan amanah yang embannya. HAI






