LOLU SELATAN, MERCUSUAR – SD Inpres 6 Lolu menunjukkan keseriusannya dalam menjadi Sekolah Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) tahun 2026. Saat ini, sekolah tersebut telah melewati tahap awal seleksi dan bersiap menghadapi tahapan lanjutan.
Kepala SD Inpres 6 Lolu, Restu mengungkapkan, pihaknya telah mengikuti seluruh rangkaian awal, mulai dari seleksi, pendidikan dan pelatihan (diklat), hingga sertifikasi guru.
“Kesiapan kami menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google bersama beberapa sekolah lain sejak 2025 sudah masuk tahap satu, yakni mengikuti seleksi KSRG. Seleksi, diklat, dan pelatihan sertifikasi guru Alhamdulillah sudah kami lalui, dan guru-guru kami dinyatakan lulus serta mendapatkan sertifikat,” ujarnya saat ditemui, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu syarat utama untuk menjadi Sekolah Rujukan Google adalah seluruh guru harus memiliki sertifikasi sebagai Google Master Trainer. Persyaratan tersebut, kata dia, telah berhasil dipenuhi oleh pihak sekolah.
Selain kesiapan sumber daya manusia, sekolah juga mendapat dukungan pemerintah dalam bentuk sarana pembelajaran berbasis digital. Bantuan tersebut dinilai sangat menunjang proses belajar mengajar di kelas.
“Kami juga berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan seperti papan interaktif digital. Ini sangat membantu dalam proses pembelajaran di kelas,” tambahnya.
Restu menyebutkan, setelah tahap awal ini, masih ada beberapa tahapan lanjutan yang harus dilalui, seperti wawancara dan penilaian kesiapan sekolah secara menyeluruh. Jika berhasil lolos, sekolah berpeluang mendapatkan bantuan tambahan berupa perangkat Chromebook untuk menunjang pembelajaran berbasis teknologi.
“Harapan kami, SD Inpres 6 Lolu bisa lolos hingga tahap akhir dan mendapatkan bantuan Chromebook tahun ini. Saat ini kami memiliki sekitar 15 unit Chromebook, yang merupakan bantuan pemerintah sekitar tahun 2020,” jelasnya.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, SD Inpres 6 Lolu optimistis mampu bersaing dan memenuhi seluruh kriteria sebagai Sekolah Rujukan Google. Keikutsertaan ini diharapkan menjadi langkah maju dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan dasar, khususnya di wilayah Lolu dan Kota Palu. UTM






