Brimob Bangun Jembatan Presisi di Morowali

bersama personel Batalyon C Satbrimob Polda Sulteng, di salah satu jembatan presisi yang dibangun. FOTO: IST

MOROWALI, MERCUSUAR — Perjalanan menuju sekolah yang sebelumnya harus dilalui dengan menyeberangi sungai, kini menjadi lebih mudah bagi anak-anak di sejumlah wilayah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.

Kondisi tersebut berubah setelah Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulteng membangun tiga jembatan presisi yang menghubungkan akses masyarakat di wilayah tersebut.

Tiga jembatan itu masing-masing berada di Desa Bente dan Desa Torete Kabupaten Morowali, serta Desa Lemboroma Kabupaten Morowali Utara.

Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulteng, Kompol Dimas Putra Kembaran mengatakan pembangunan jembatan tersebut bermula dari kepedulian personel terhadap kondisi masyarakat yang setiap hari harus melintasi sungai.

Menurutnya, salah satu pemandangan yang menjadi perhatian adalah anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai sebelum menuju sekolah.

“Anak-anak sekolah sering kami lihat lewat di sungai ini, sampai angkat-angkat sepatu dan basah. Pergi sekolah sampai begini,” ujar Dimas saat coffee morning bersama awak media di lokasi pembangunan jembatan presisi, Jumat (21/8/2026).

Kondisi itu, kata dia, menjadi salah satu alasan pihaknya berupaya menghadirkan akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat.

Kini, para pelajar tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan dengan berjalan menembus aliran sungai ketika hendak berangkat maupun pulang sekolah. Jembatan yang telah rampung tersebut juga mulai digunakan masyarakat untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.

Selain anak sekolah, warga yang bekerja sebagai petani juga mendapatkan akses yang lebih mudah untuk membawa hasil pertanian dari kawasan permukiman menuju lokasi tujuan.

Dimas yang turut didampingi Wadanyon, AKP Sudirman menjelaskan pembangunan tiga jembatan di Morowali dan Morowali Utara merupakan bagian dari upaya Satbrimob untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah tugasnya.

Ia menyebut, secara keseluruhan terdapat sembilan jembatan presisi yang telah dibangun Satuan Brimob Polda Sulteng di sejumlah wilayah. Menurutnya, kehadiran Brimob di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga bagaimana personel dapat memberikan manfaat ketika melihat persoalan nyata yang dihadapi warga.

“Yang paling penting, adalah bagaimana kehadiran kami bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Dimas. TAR

Pos terkait