PALU, MERCUSUAR– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah mulai mematangkan strategi pembinaan prestasi olahraga dengan menyelaraskan program kerja daerah terhadap revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON 2027 serta Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sulawesi Tengah, Dr. Gunawan, mengatakan sinkronisasi program dilakukan agar pembinaan olahraga prestasi di daerah sejalan dengan arah kebijakan nasional yang memprioritaskan cabang olahraga potensial menuju Olimpiade 2028.
“KONI Sulteng telah memetakan cabang olahraga ke dalam beberapa kategori unggulan. Sebanyak 19 cabang olahraga masuk kelompok unggulan utama dan unggulan kedua yang menjadi fokus pembinaan untuk meraih prestasi dalam waktu dekat. Cabang-cabang tersebut antara lain panjat tebing, bola voli pantai, biliar, akuatik, gateball, karate, tinju, sepak takraw, bola voli, tenis meja, balap motor, atletik, panahan, paralayang, anggar, balap sepeda, muaythai, taekwondo dan menembak,” ujar Dr Gunawan dalam keterangan tertulisnya kepada Mercusuar, Rabu (10/6/2026).
Selain itu, Gunawan mengatakan terdapat sembilan cabang olahraga yang diproyeksikan menjadi cabang promosi menuju kelompok unggulan, yakni senam, bulutangkis, kempo, berkuda pacu, pencak silat, sepatu roda, wushu, soft tenis dan kick boxing.
Dr. Gunawan menjelaskan, arah pembinaan KONI Sulteng juga disesuaikan dengan 21 cabang olahraga prioritas nasional dalam revisi DBON 2026. Beberapa di antaranya adalah atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai, bola basket 3×3, dayung, tenis, anggar, gulat, equestrian dan pencak silat.
Untuk mempercepat peningkatan prestasi, KONI Sulteng menyiapkan sejumlah strategi akselerasi, mulai dari fokus pada cabang olahraga yang menjadi irisan antara unggulan daerah dan prioritas DBON, penguatan pemusatan latihan berbasis sport science, hingga memperbanyak try out nasional dan internasional.
Selain itu, sistem promosi dan degradasi cabang olahraga berbasis prestasi akan diterapkan guna menjaga daya saing pembinaan. KONI Sulteng juga akan memperkuat kolaborasi dengan akademisi serta berbagai pemangku kepentingan olahraga.
Melalui sinkronisasi program tersebut, KONI Sulawesi Tengah optimistis mampu meningkatkan daya saing atlet daerah di tingkat nasional sekaligus mewujudkan target masuk 10 besar pada PON 2028. CLG






