PALU, MERCUSUAR – Direktur Yayasan Al-Azhar Mandiri Palu, H. Abdul Basit Arsyad menerima penghargaan bidang pendidikan dari Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sulteng. Penghargaan tersebut diberikan pada perhelatan malam Mahabbah Santri Award 2026, di salah satu hotel di Palu, Jumat (23/10/2026).
Abdul Basit dikenal sebagai pendiri Yayasan Al-Azhar Mandiri Palu dan telah membangun sejumlah lembaga pendidikan, yakni PAUD, SD, SMP, SMA dan MA Boarding School. Ia mengaku terkejut mendapatkan apresiasi tersebut, karena baru membangun lembaga pendidikan bernuansa pesantren, MA Boarding School, baru sekira 20 tahun.
Ia bercerita, telah mendedikasikan diri di dunia pendidikan sekira 43 tahun, sejak kuliah hingga mendirikan taman pengajian dan berlanjut mendirikan SMP, SMA dan lembaga pendidikan lainnya. Para peserta didik di bawah naungan Yayasan Al-Azhar Mandiri Palu terkenal telah meraih berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Alhamdulillah, saat ini ada lima lembaga. Saya sengaja membuat MA pada boarding school, karena cita-cita saya ingin mencetak ulama. Mudah-mudahan suatu saat ada anak-anak dari pesantren kami yang menjadi ulama,” ujar Basit.
Ia juga mengaku ingin memperkuat pendidikan keagamaan, sebagai latar pendirian MA Boarding School, yang turut diperkuat dengan tenaga pengajar lulusan perguruan tinggi di Timur Tengah.
“Ada beberapa yang merupakan lulusan dari Al-Azhar Kairo, Mesir, dan juga dari Yaman,” ungkapnya.
Ketua Panitia Mahabbah Santri Award 2026, Dr. Djamil M. Nur menyampaikan, pondok pesantren dan santri telah memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan keagamaan, sosial politik dan kemasyarakatan.
Penghargaan tersebut, jelasnya, merupakan wujud pengormatan dan apresiasi kepada para tokoh yang menunjukkan dedikasi, pengabdian, serta kontribusi bagi kemajuan pendidikan, pesantren, masyarakat, dan pembangunan daerah.
“Kami meyakini bahwa penghargaan ini bukan hanya sebagai bentuk pengakuan atas prestasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya santri, agar terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Djamil.
Selain Abdul Basit Arsyad, penghargaan serupa juga diberikan kepada tokoh pendidikan Islam lainnya, yakni pendiri utama Pondok Pesantren Modern Al-Istiqamah Ngatabaru, K.H. M. Arif Siraj, serta pimpinan Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi, Dr. Ali Hasan Aljufri. IEA






