Maulid Momentum Edukasi dan Konsolidasi Sosial

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di kediamannya, Kamis (3/9/2026). FOTO: SANAJI/MS Maulid Momentum Edukasi dan Konsolidasi Sosial

SIGI, MERCUSUAR – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Sigi tidak hanya menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dijadikan sebagai sarana edukasi dan konsolidasi sosial dalam menghadapi berbagai persoalan daerah.

Hal itu disampaikan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, pada peringatan Maulid yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan perkawinan anak dan penyalahgunaan narkoba, yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, di kediaman Bupati, Kamis (3/9/2026).

Menurut Rizal, semangat keteladanan Nabi Muhammad SAW perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, melalui kepedulian terhadap persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya terkait stunting, kemiskinan, penyalahgunaan narkoba dan perkawinan anak.

“Maulid Nabi bukan sekedar perayaan seremonial, tetapi bagaimana kita mengambil hikmah dan meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat yang beradab, sehat dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Rizal menyebut persoalan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda Kabupaten Sigi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pengawasan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas kepolisian, BNN atau pemerintah daerah. Ini adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat bersatu, saya yakin kita mampu mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di Kabupaten Sigi,” tegasnya.

Rizal juga menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan sosial. Ia menilai, peran ibu dalam keluarga sangat menentukan dalam membentuk karakter dan perilaku anak-anak.

Karena itu, organisasi perempuan seperti TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, serta berbagai organisasi perempuan lainnya didorong untuk terus memperkuat edukasi keluarga hingga ke tingkat desa dan dusun.

“Ketahanan keluarga adalah fondasi utama. Ketika keluarga kuat, maka ancaman narkoba, pergaulan bebas hingga perkawinan anak dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya. AJI

Pos terkait