Jangan Berhenti pada Pengguna

Ilustrasi Polisi Pengguna Narkoba /Ricky Anyan

Langkah Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menyerahkan 28 terduga pelaku penyalahgunaan narkoba hasil Operasi Sarang Narkoba (OSN) ke BNNP Sulteng untuk menjalani rehabilitasi patut kita apresiasi. Keputusan ini menunjukkan pendekatan humanis, di mana pengguna ditempatkan sebagai korban yang membutuhkan pemulihan, bukan sekadar pesakitan di balik jeruji besi. Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen kuat negara dalam memberantas kejahatan narkotika.

Namun, upaya penanganan tak boleh berhenti di ruang rehabilitasi. Fakta di lapangan menunjukkan tantangan yang jauh lebih kompleks dan berulang. Meski penindakan gabungan telah intensif dilakukan di area rawan seperti Kayumalue dan Tatanga, aktivitas peredaran gelap dilaporkan masih kembali bergeliat tak lama setelah penggerebekan usai. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa mata rantai utama peredaran barang haram tersebut belum benar-benar terputus.

Pengguna hanyalah muara dari muara bisnis gelap yang terorganisasi. Mengamankan puluhan pengguna dan menghentikan peredaran di tingkat tapak tentu penting untuk menekan permintaan (demand). Akan tetapi, jika pasokan (supply) dari para bandar besar, pemasok, dan jaringan pengedarnya tidak dibongkar hingga ke akarnya, maka tempat-tempat yang disasar akan terus berpotensi “hidup” kembali. Pemberantasan yang setengah hati hanya akan melahirkan siklus kucing-kucingan yang tidak pernah tuntas.

Oleh karena itu, ketegasan Polda Sulteng untuk terus menggencarkan penindakan harus diimbangi dengan strategi intelijen penegakan hukum yang lebih tajam. Aparat perlu melacak aliran dana (follow the money) serta membongkar pimpinan jaringan di balik peredaran narkoba di Sulawesi Tengah. Penindakan harus menyasar aktor-aktor utama yang selama ini menikmati keuntungan besar di atas kehancuran generasi muda.

Di sisi lain, pengubahan stigma wilayah rawan menjadi Kampung Bersih Narkoba (Bersinar) menuntut kerja kolaboratif yang nyata. Sinergi antara Kepolisian, BNN, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat, agama, dan pemuda harus diwujudkan dalam aksi konkrit, bukan sekadar imbauan semata. Masyarakat butuh rasa aman dan jaminan perlindungan ketika ikut berperan aktif melaporkan kejahatan di lingkungannya.

Kita mendukung penuh komitmen Polda Sulteng untuk menuntaskan Operasi Sarang Narkoba. Namun, publik menunggu hasil yang lebih jauh: tidak hanya merehabilitasi korban di tingkat bawah, tetapi juga menyeret para pemufakat jahat dan bandar besar ke meja hijau. Jangan pernah berhenti pada pengguna.TMU

Pos terkait