PALU, MERCUSUAR – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng melaksanakan bimbingan pranikah dan pascanikah, yang diikuti ratusan peserta mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum lainnya, di Sriti Convention Hall Palu, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kemitraan antara Kemenag bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas J. Rumambi, dalam memberikan penguatan kehidupan dan ketahanan keluarga.
Dalam pelaksanaannya, para peserta terbagi dalam tiga kelas bimbingan. Masing-masing Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diikuti peserta berusia di bawah syarat usia nikah (19 tahun), lalu Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) diikuti peserta yang telah berusia 19 tahun, serta Bimbingan Keluarga Maslahat yang diikuti masyarakat yang telah menikah.
“Bimbingan ini sudah lama menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan serta menguatkan kehidupan dan ketahanan keluarga, Alhamdulillah tahun ini bisa kita laksanakan dan diharapkan memberikan dampak positif bagi kita semua, bukan saja kepada mereka yang berada di usia remaja atau usia nikah, tetapi juga bagi mereka yang sudah berkeluarga,” tutur Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulteng, Dr. H. Junaidin.
Menurutnya, wawasan tersebut perlu dibangun dan diperkuat, karena kemakmuran suatu bangsa memiliki keterkaitan erat dengan kualitas kehidupan keluarga.
“Negara ini akan bagus, bangsa ini akan baik, kalau keluarga-keluarga kita tata dengan baik. Berangkat dari kehidupan keluarga yang kita jalankan dengan sebaik-baiknya, kalau langkahnya selaras dengan langkah kehidupan berbangsa dan bernegara, maka yakin saja kesejahteraan lahir dan batin akan kita dapatkan,” tegas Junaidin.
“Begitu juga sebaliknya, kalau langkah dari keluarga tidak berkesesuaian dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, akan melahirkan hal-hal yang tidak baik terhadap kelangsungan hidup kita di masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Matindas J. Rumambi menuturkan, generasi muda nantinya akan menjadi penentu arah bangsa Indonesia ke depannya. Oleh karena itu, perlu diberikan wawasan terkait pembangunan keluarga.
“Selain kita harus membangun keluarga yang sehat kita juga harus membangun karakter anak-anak muda,” kata Matindas.
Ia juga menyampaikan pesan, setidaknya ada empat nilai yang dapat menjadi pegangan bagi generasi muda dalam membekali kehidupan jelang berkeluarga. Yakni integritas, rasa hormat, kerja keras, dan tanggung jawab. IEA






