Kecamatan Gumbasa Luncurkan Program BILAS

Afif Sunusi (FOTO)

SIGI, MERCUSUAR – Pemerintah Kecamatan Gumbasa meluncurkan Gerakan BILAS (Bersih, Indah, Lestari, Aman, Sejahtera), sebagai upaya kolektif yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam menata lingkungan, sekaligus memperkuat budaya gotong royong di wilayah tersebut.

Gerakan yang digagas Camat Gumbasa, Afif Sunusi itu menyasar tujuh desa, yakni Kalawara, Pandere, Pakuli Utara, Pakuli, Simoro, Omu, dan Tuva dan diwujudkan melalui aksi bersih-bersih serentak yang melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga setempat.

Dalam kegiatan itu, masyarakat bersama aparat desa turun langsung membersihkan saluran drainase, mengangkut sampah yang menumpuk, serta menata fasilitas umum dan lingkungan permukiman di sepanjang jalan poros desa.

Afif Sunusi menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat agar lingkungan tetap terawat dan nyaman untuk ditinggali.

“Gerakan ini bukan hanya tentang membersihkan sampah. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun kesadaran bersama sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong, yang menjadi kekuatan masyarakat Kaili sejak dahulu,” ujar Afif Sunusi, baru-baru ini.

Ia menambahkan, semangat BILAS juga dipadukan dengan nilai-nilai budaya lokal melalui konsep “Pakagali Pakagaya Ngata” yang dimaknai sebagai gerakan membersihkan dan memperindah kampung, serta “Pakagali Rara” yang mengandung makna membersihkan hati dan jiwa dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui Gerakan BILAS, Pemerintah Kecamatan Gumbasa tidak hanya menargetkan terciptanya lingkungan yang bersih dan tertata, tetapi juga berupaya menjaga kelestarian alam, memperkuat rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.

Gerakan tersebut juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antardesa. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh pemuda, serta berbagai unsur masyarakat terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Ke depan, Pemerintah Kecamatan Gumbasa berencana menjadikan gerakan kebersihan berbasis kearifan lokal tersebut sebagai agenda rutin bulanan.

Langkah tersebut, menurut Afif, dilakukan agar semangat menjaga kebersihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya yang tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Melalui Gerakan BILAS, ia berharap lahir kesadaran kolektif masyarakat bahwa kebersihan, kelestarian lingkungan, dan gotong royong merupakan fondasi penting dalam mewujudkan desa yang maju, nyaman, dan berkelanjutan. */AJI

Pos terkait