Duka Pasien RS Torabelo

  • Whatsapp
rsud-torabelo-sigi-dilanda-banjir-2_169

Pojok Tonakodi

MERCUSUAR-Hujan lebat Kamis (9/7/2020) mengakibatkan banjir di Kabupaten Sigi. Setelah sebelumnya banjir lumpur menerjang Poi dan Bangga minggu lalu, banjir kali ini mengusik pasien di Rumah Sakit Torabelo, Desa Sidera Kecamatan Biromaru.

Banjir bah menerjang masuk hingga ruang perawatan pasien. Sebagian pasien dipindahkan dari ruang perawatan. Banjir menambah kesedihan pasien. Banjir kali ini berdasarkan catatan redaksi merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya tahun 2013 banjir juga pernah menyambangi Rumah Sakit Torabelo.

Musibah banjir sejatinya telah berulang terjadi di Kabupaten Sigi. Hampir saban tahun saat curah hujan tinggi, dipastikan ada daerah di Sigi yang terkena banjir.

Hantaman banjir pada fasilitas umum seperti rumah sakit, harus menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Sigi, khususnya perizinan di bidang lingkungan. Perlu ditinjau kembali dokumen lingkungan Rumah Sakit Torabelo, diawal pendirian.

Dokumen lingkungan menjadi kunci, apakah pembangunan rumah sakit telah mempertimbangkan aspek kebencanaan atau sebaliknya mengabaikannya. Kenapa dokumen lingkungan dipertanyakan? Karena ada sungai dekat bangunan. Mungkin juga ada alur alam atau potensi bencana yang lain. Artinya, dokumen lingkungan sebagai panduan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan, harus mampu memproyeksi bencana dan merencanakan mitigasi bencana yang akan terjadi. Banjir di Rumah Sakit Torabelo, menjadi pintu masuk bagi Pemerintah Kabupaten Sigi, mengevaluasi dokumen lingkungan seluruh bangunan publik yang ada.

Musibah banjir ini juga mengingatkan kita untuk senantiasa waspada, memperkuat ketahanan, dan senantiasa siaga bencana.

Kesiapsiagaan logistik, peralatan, tenaga, dan anggaran kebencanaan. Adanya kesiapan itu sebagai bentuk antisipasi bila terjadi bencana alam.

Baca Juga