LOLU SELATAN, MERCUSUAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) resmi menutup Pelatihan Welder (pengelasan) hasil kerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI). Kegiatan yang berlangsung selama 23 hari tersebut mencetak 20 tenaga kerja terampil yang dibekali sertifikasi berstandar internasional.
Penutupan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Firmanza DP, Kepala SMK Negeri 3 Palu, Hamka, ketua panitia, para instruktur, serta seluruh peserta pelatihan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian teknis dan mampu bersaing di pasar kerja global.
“Anak-anakku sekalian telah ditempa dan digembleng selama 23 hari oleh para instruktur berpengalaman,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Firmanza DP, Kamis (17/9/2026).
Ia menegaskan, pelatihan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah untuk meningkatkan keterampilan generasi muda sekaligus membuka peluang kerja di sektor industri modern. Menurutnya, keahlian pengelasan memiliki prospek di bidang manufaktur, konstruksi, hingga perkapalan internasional.
“Kita ingin mengubah nasib dan masa depan generasi muda. Dengan skill yang dimiliki, kalian bukan lagi pekerja kasar, melainkan tenaga ahli (expert) yang dibutuhkan industri global,” terangnya.
Firmanza juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), BP2MI, dan BP3MI Sulteng. Ia berharap pelatihan serupa terus berlanjut dengan kuota yang lebih luas. BP3MI Palu juga diimbau aktif mengamankan job order dari luar negeri serta menjaga komunikasi dengan para peserta agar proses penempatan kerja berjalan lancar.
“Jangan sampai setelah ini nomor HP dimatikan sehingga sulit dihubungi. Tetap bangun komunikasi dengan BP3MI. Jaga nama baik keluarga, daerah, dan bangsa saat kalian bekerja di perantauan kelak,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SMKN 3 Palu, Hamka, menyampaikan bahwa sekolahnya resmi menjadi training center (pusat pelatihan) pengelasan. Ia menyebut, SMKN 3 Palu memiliki 12 kompetensi keahlian yang siap dikerjasamakan untuk pelatihan berikutnya di Sulawesi Tengah maupun Indonesia Timur.
“SMK Negeri 3 Palu siap menjadi training center. Kita memiliki 12 kompetensi keahlian yang siap dikerjasamakan untuk pelatihan-pelatihan berikutnya,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta juga memperoleh fasilitas penginapan (boarding) yang didanai penuh oleh BP3MI. Sertifikasi yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk memasuki pasar kerja, baik di dalam negeri maupun internasional, sekaligus mendukung program “Berani Cerdas” yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. UTM






