SIGI, MERCUSUAR – Enam Lions Club (LC) yang ada di Kota Palu kompak bersatu. Sebagai bagian dari respons kemanusiaan terhadap bencana, mereka menyalurkan paket kebutuhan pokok kepada warga yang terdampak gempa di Desa Kamarora A dan B, Kabupaten Sigi.
Keenam LC itu adalah LC Palu Maleo, LC Palu Ebony, LC Palu Megalitkum, LC Palu Mutiara, LC Palu Milenial, dan LC Palu Move Maker. Mereka turun langsung menyerahkan bantuan ke warga terdampak gempa di Desa Kamarora A dan B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Kamis (18/6) pagi hingga malam hari.
Tim yang turun langsung menyerahkan bantuan antara lain Dolof Tirayo, Suryawati, Willem Chandra, Elma Ruauw, Inggrid, Zimri, Steven, Tasman, dan lainnya.
“Inisiatif ini menunjukkan komitmen para anggota Lioms Club untuk selalu hadir bersama masyarakat di saat mengalami kesulitan akibat bencana alam. Kami hadir bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa masyarakat tidak sendirian menghadapi bencana ini,” ujar Lions Dolof Tirayo.
“Dengan semangat melayani, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” kata pula Presiden Lions Club Palu Mutiara, Lions Suryawati Hosari.
“Pascagempa di Desa Kamarora, banyak rumah warga yang roboh dan masyarakat saat ini masih bertahan di tenda darurat. Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah cepat dan nyata agar kebutuhan dasar warga terpenuhi serta proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah-rumah yang terdampak dapat segera dilakukan,” kata Suryawati lagi.
Mantan Presiden LC Palu Mutiara, Elma Ruauw juga sempat terperangah menyaksikan keadaan di desa itu. Ia menyaksikan banyak rumah warga yang rusak. Ia juga melihat banyak warga yang tidur di teras rumah karena masih ketakutan akibat masih adanya gempa susulan meski tidak kuat.

Dalam kunjungan itu, mereka juga mengumpulkan sekitar 30 anak untuk mengikuti trauma healing. Anak-anak tampak bergembira ria, seolah melupakan peristiwa yang mengguncang desa mereka.
Di Desa Kamarora A dan B, tim Lions Club menyerahkan bantuan antara lain beras, minyak goreng, air minum, mi instan, ikn kaleng, telur, tendon, susu, popok bayi, terpal, sabun cuci dan sabun mandi, peralatan dapur, pakaian layak pakai, dan selimut.
Ditinjau Gubernur
Sehari sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di lima desa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026). Kelima desa tersebut yakni Desa Bulili, Desa Sopu, Desa Kadidia, Kamarora A, dan Kamarora B.
Dalam kunjungan tersebut, gubernur didampingi Kapolda Sulteng, Pangdam, perwakilan BNPB Pusat, Danrem, serta unsur forkopimda lainnya.
Rombongan melakukan peninjauan lapangan sekaligus rapat bersama para kepala desa guna mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat terdampak.
Berdasarkan hasil pertemuan, kebutuhan mendesak warga saat ini adalah air bersih, terpal atau tenda darurat, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan bagi anak-anak. Kebutuhan air bersih menjadi prioritas karena sejumlah sumber air warga tertutup material longsor pascagempa.
“Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Dari lima desa terdampak, Kamarora B menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan. Trauma akibat gempa masih dirasakan warga, bahkan terdapat seorang ibu yang terpaksa melahirkan di tenda darurat karena masih dibayangi trauma bencana gempa besar tahun 2018.MAN






