Wujudkan KLA melalui Kolaborasi Lintas Sektor

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae (ketiga dari kiri) pimpin rakor KLA, di Aula Kantor Bupati Sigi, Selasa (30/6/2026). FOTO: SANAJI/MS

SIGI, MERCUSUAR – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA).

Hal tersebut disampaikan Rizal, saat membuka rapat koordinasi Gugus Tugas KLA Kabupaten Sigi, di Aula Kantor Bupati Sigi, Selasa (30/6/2026).

“Melalui rapat koordinasi ini, marilah kita bersama mengintegrasikan seluruh program kerja yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak, serta memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menyatukan komitmen dan sumber daya,” ujarnya.

Rizal menjelaskan, implementasi KLA dilakukan melalui strategi pengarusutamaan hak anak ke dalam setiap kebijakan, program, dan penganggaran daerah. Proses tersebut meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

Ia menuturkan, keberhasilan KLA diukur melalui pemenuhan 24 indikator yang terbagi dalam lima klaster, yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus anak.

Rizal juga memaparkan sejumlah fokus penguatan, mulai dari kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memahami hak anak, keterlibatan masyarakat, media, dan dunia usaha, hingga pengembangan berbagai inovasi dalam pemenuhan hak anak.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kepemilikan identitas anak, penguatan Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan daerah, penurunan angka perkawinan anak, penyediaan layanan konsultasi pengasuhan bagi keluarga, serta peningkatan layanan kesehatan dasar.

“Keberhasilan penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak hanya dapat diraih melalui komitmen bersama, bukan kerja sektoral yang berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Rizal juga mengapresiasi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan yang telah bekerja dalam proses evaluasi KLA. Meski demikian, menurutnya masih diperlukan kerja yang lebih intensif, koordinasi yang lebih kuat, serta penguatan dokumen pendukung untuk memenuhi seluruh indikator penilaian.

Ia berharap, rapat koordinasi tersebut menghasilkan langkah-langkah konkret, tindak lanjut yang terukur, serta memperkuat implementasi KLA di seluruh perangkat daerah, lembaga layanan, organisasi masyarakat, dunia usaha, media, hingga Forum Anak Kabupaten Sigi. AJI

Pos terkait